Jumat, 01 Oktober 2010

Mahasiswa, dimana kau sekarang?!

12 tahun sudah kita merasakan angin reformasi di negeri ini. Angin yang membawa sejuta harapan bagi bangsa ini kearah yang lebih baik. Tentu kita tahu bersama siapa yang membawa angin perubahan angin reformasi itu, tidak lain tidak bukan adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai agent of change, moral force, dan iron stock pada zaman (baca: tahun) itu telah berhasil membawa bangsa ini ke gerbang pintu REFORMASI. Kemudian apakah kita sudah sampai pada tujuan yang diharapkan pada tahun 1998 itu?!. Sebuah pertanyaan kelasik memang, tapi kita harus menjawabnya agar kita tahu mana yang harus dan perlu kita kerjakan sekarang.
Tujuan besar dari reformasi secara garis besar kala itu adalah terbentuknya pemerintahan yang bersih dari unsur-unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). KKN yang kala itu menyebar di seluruh sendi-sendi lembaga pemerintahan bagaikan jamur di musim hujan. Kala itu mahasiswa datang bak pahlawan yang dielu-elukan. Pahlawan yang siap mengorbankan seluruh jiwa, raga, dan harta yang ia punya untuk negeri dan bangsa ini. Tapi sekarang dimana pahlawan-pahlawan itu? Dimana mahasiswa itu yang rela mengorbankan segalanya yang ia punya untuk bangsa ini?

12 tahun berlalu, mahasiswa yang kala itu (1998) sangat vocal (baca: kritis) terhadap pemerintah satu per satu mulai masuk dalam pentas perpolitikan Indonesia, mereka berbondong-bondong masuk dalam partai politik atau bahkan mereka membentuk partai politik baru. Tentu kita tidak boleh melarang mereka untuk masuk dalam perpolitikan Indonesia, karena itu adalah hak mereka. Tapi yang perlu kita tahu adalah apakah ketika mereka sudah masuk dalam pentas perpolitikan Indonesia mereka sudah mampu merealisasikan apa yang mereka gembor-gemborkan 12 tahun lalu atau bahkan mereka terlibat atau tersangkut dengan sesuatu yang mereka perjuangkan 12 tahun lalu itu. Silahkan kita lihat saja fenomena di lapangan sekarang, saya rasa masyarakat kita sudah cukup pintar untuk menilainya secara objektif.
Mahasiswa sekarang?!
Tidak banyak yang bisa kita harapkan dari mahasiswa sekarang, mahasiswa yang dulu (pada zaman orde baru) masih pantas mendapat predikat agent of change, moral force, dan iron stock, dan mahasiswa sekarang sudah dirasa penulis tidak pantas menyandang predikat-predikat itu. Kita lihat fenomena yang berkembang sekarang, universitas-universitas di Indonesia banyak bermunculan yang melahirkan dan mencetak mahasiswa. Tapi yang dicetak kebanyakan adalah mahasiswa apatis dan mahasiswa pragmatis (menurut hemat penulis). Mahasiswa yang sudah tidak peduli akan lingkungannya (sosial, ekonomi, politik, dan budaya), hanya peduli akan kepentingan dirinya sendiri. Kita lihat sekarang mulai lunturnya budaya diskusi kampus yang membicarakan permasalahan-permasalahan bangsa ini. Mereka (baca: mahasiswa sekarang) lebih bersibuk-sibuk ria dengan kegiatan hedonisme dengan sedikit banyak mengabaikan apa yang sedang terjadi di bangsa dan negeri ini.
Akhirnya, bagi siapapun yang masih menyandang predikat mahasiswa, mari kita menjadi mahasiswa yang benar-benar berhak menyandang gelar agent of change, moral force, dan iron stock. Dan bersama-sama kita wujudkan apa-apa yang sudah menjadi cita-cita dan harapan reformasi. SEMOGA!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar